Category Archives: politik

Aneka Hasil Survey Pilgub Jabar 2013

Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Jawa Barat tinggal hitungan hari. Beberapa lembaga survei pun mulai memaparkan ke publik hasil survei terakhir yang telah dilakukan, termasuk INSTRAT (Indonesia Strategic Institute). Pada tulisan kali ini, saya mengambil beberapa hasil lembaga survei lain untuk dibandingkan. Selain INSTRAT, lembaga survei lainnya adalah : Unpad, Unpas, Polmark, dan Puskaptis. Hasil survei dari lembaga lain saya dapatkan dari internet. Jadi saya hanya mendapatkan hasil persentase akhirnya saja tanpa mengetahui detail proses-proses sebelumnya. Sementara untuk hasil dari INSTRAT, saya lumayan tahu banyak karena sedikit terlibat didalamnya.

Sebelum membandingkan hasil survei dari lima lembaga di atas, saya terlebih dahulu membuang persentase dari swing voters dan golput karena toh nantinya tidak akan dihitung oleh KPUD :). Setelah hal itu dilakukan, hasilnya bisa dilihat pada diagram dibawah ini :

perbandingan lima lembaga survei

perbandingan lima lembaga survei

Nah, sekilas melihat chart di atas, semua lembaga survei sepakat menempatkan kedua incumbent di urutan teratas. Unpas dan Unpad menetapkan pasangan no urut 3 sebagai peraih suara terbanyak, sementara Instrat, Polmark dan Puskaptis menempatkan pasangan no urut 4 sebagai peraih suara terbanyak. Hal ini menarik karena dua calon pasangan tersebut diusung oleh dua partai pemerintah yang sekarang sedang dilanda berbagai isu yang menyebabkan survei elektabilitas kedua partai tersebut terus merosot. Tetapi ternyata hal itu tidak berpengaruh di Jawa Barat. Artinya para pemilih sekarang tidak terlalu peduli dengan partai yang mengusung calon gubernur dan wakil gubernur tetapi pemilih lebih melihat figur dari calon gubernur dan wakil gubernur tersebut.

Hal menarik selanjutnya, ada perbedaan antara lembaga-lembaga survei yang ada. Kenapa ini bisa terjadi? Bukankah semua hasil survei harusnya sama? Nah, berkaca dari pilkada DKI beberapa bulan sebelumnya, pasti tidak sedikit yang berpikiran bahwa perbedaan ini terjadi karena lembaga survei sudah tidak ada yang independen! Semuanya menerima titipan. Tetapi mari kita kesampingkan hal itu dulu. Mari kita anggap semua lembaga survey di atas independen, jujur, dan ilmiah. Bisakah masih mungkin terjadi perbedaan?

Hal ini bisa saja terjadi, terlebih lagi untuk kasus Jawa Barat yang populasinya sangat besar/luas, unit-unit observasi dalam satu cluster sangat heterogen, dan unit-unit observasi antar cluster juga heterogen! Jika kita tidak cermat dalam mengambil sampel bisa saja hasil survei menjadi bias. Dari lima lembaga survei di atas : Unpas menggunakan sample cluster random sampling, Unpad menggunakan two way stratification random sampling, sementara INSTRAT, Polmark dan Puskaptis menggunakan multistage random sampling.

Masing-masing lembaga survei pastilah memiliki alasan ilmiah masing-masing untuk memutuskan metode apa yang akan digunakan. Dan untuk populasi Jawa Barat yang sangat hetorogen berdasarkan banyak parameter, maka perbedaan hasil survei seperti ini sangat bisa terjadi.

Pesan sponsor yang perlu dicemarti tiga (INSTRAT, Polmark, dan Puskaptis) dari lima lembaga survei memenangkan pasangan no urut 4 (Ahmad Heryawan & Deddy Mizwar). Dengan memperhatikan margin error, maka pasangan no urut 3 tidak mungkin menyalip pasangan no urut 4 (berdasarkan hasil survei INSTRAT dan Polmark). Sementara untuk survei Unpad dan Unpas, dengan memperhatikan margin error maka kemungkinan pasangan no urut 4 menyalip pasangan no urut 3 sangat mungkin terjadi!

Jadi jangan lupa, tanggal 24 Februari 2013, ayo pilih pasangan no urut 4 Aher-Demiz (Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar. Mari kita izinkan mereka untuk melayani kita lima tahun kedepan :).

ahmad heryawan - deddy mizwar

ahmad heryawan – deddy mizwar

Iklan

Hari Ini Shiddieq Ikut Menentukan Nasib Bangsa

Awalnya saya malas mencontreng karena bagi saya tidak ada pasangan yang cocok untuk memimpin bangsa ini. Tetapi, dipikir-pikir lagi, kalau banyak orang yang berpikiran seperti saya bisa-bisa nanti yang menang bukannya yang terbauk diantara yang terburuk! Melainkan malah yang terburuk di antara yang terburuk! Wah, berabe nih… Maka saya berniat untuk memberikan suara saya.

Dan setelah melihat dokumentasi bagaimana susahnya panitia melakukan persiapan dan mendistribusikan surat suara sampai ke pelosok-pelosok. Bahkan dengan menggunakan sepeda dan melalui jalur yang berbahaya maka niat saya untuk memberikan suara semakin bulat. Gambar-gambar berikut ini yang menggerakkan saya :

Dan karena gambar-gambar itu maka pagi tadi pun saya melangkahkan kaki ke TPS 07 simpang empat Rancung. Untuk memilih salah satu dari tiga pasangan calon berikut :

Ini buktinya nih, hehehehe….

Semoga bangsa ini diberikan pemimpin yang terbaik dari pilihan yang ada. Dan semoga seluruh elemn bangsa bisa bersatu bersama memperjuangkan kepentingan umum diatas kepentingan golongan ataupun pribadi. Aamiin…