Category Archives: bisnis

Makna Kreatifitas

Apa arti dari kreatifitas?

Tidak ada sebuah definisi pasti yang dapat menggambarkan arti dari kreatifitas. Saya pribadi,  menggunakan beberapa karakter atau sifat untuk menggambarkan kreatifitas. Menurut saya, kreatif itu adalah sifat yang berani mendobrak paradigma, menghasilkan sesuatu yang unik dengan bahan dasar yang sama dengan cara membuat kembali, merubah fungsi, memberikan nilai tambah sehingga suatu produk memiliki fungsi atau makna baru.

ImageKita tidak menilai sebuah produk kreatif atau tidak hanya dengan melihat hasil akhirnya saja. Ada aspek-aspek lain yang menurut saya menjadi sebuah acuan untuk menentukan apakah suatu produk  akhir yang kita lihat kreatif atau tidak. Aspek pertama, adalah tokoh yang berada dibalik produk tersebut. Penggagas sebuah produk atau ide kreatif tentu seorang yang secara pribadi biasanya dikenal atau diakui sebagai tokoh kreatif. Sebut saja Steve Jobs, tokoh yang berada dibalik produk iTunes yang merubah cara orang mendapatkan dan menikmati musik.

Aspek kedua, adalah proses kreatif yang terjadi ketika mewujudkan ide menjadi produk akhir. Proses adalah bagian penting, karena sebuah ide kreatif yang tidak diproses menjadi produk maka selamanya hanya akan menjadi gagasan semata. Selain itu, proses juga merupakan aspek yang penting karena sebuah produk yang dinilai kreatif bisa hilang nilainya jika melalui proses yang salah. Proses yang salah disini maksudnya adalah pembajakan, meniru nilai orang, dan lain sebagainya.

Aspek ketiga, adalah produk itu sendiri. Tentu ini merupakan aspek yang penting untuk dijadikan acuan, karena produk akhir ini harus bisa menjadi bukti bahwa produk tersebut memang merupakan sebuah produk yang unik, baru, dan memberikan nilai tambah.

Kenapa dalam bisnis kreatifitas itu penting?

Dalam bisnis, terutama industri kreatif, jelas kreatifitas memiliki peran yang sangat penting. Ditengah persaingan seperti ini, siapa saja bisa memulai bisnis apa saja yang diinginkannya. Tidak ada yang susah! Dengan adanya internet dan globalisasi, semua bisa mengkases berbagai informasi dan sumber. Bahan baku, pasar, distributor, modal adalah sesuatu yang sangat mudah dicari. Tidak ada kesulitan untuk memulai bisnis pada masa sekarang, yang sulit adalah memepertahankan bisnis yang sudah kita mulai tadi. Dan kreatifitas, adalah salah satu peran penting yang bisa membuat bisnis terus bertahan.

Kreatifitas dapat membuat seorang individu atau sebuah perusahaan terus membuat inovasi dan membuat nilai tambah. Nilai tambah ini yang membuat bisnis yang dijalankan bisa mengalahkan saingan-saingannya dan menjadi pilihan utama bagi konsumen. Tanpa kreatifitas, produk yang ditawarkan kepada konsumen akan terus begitu-begitu saja, cenderung tidak menarik, dan terlihat tidak menonjol jika dibandingkan produk saingan. Jadi, mari libatkan kreatifitas dalam bisnis kita!

Mau Bisnis Tapi Bingung

Terlalu banyak pertanyaan yang sama yang sering saya terima. Satu diantaranya adalah, “Dieq, saya pengen banget bisnis, tapi ga tau mau bisnis apa… Enaknya gimana ya?” Gubrak dah. Memangnya yang enak di saya pasti enak di orang lain? Kan belum tentu itu relatif, sangat relatif.

Contoh pretanyaan lainnya, “Dieq, bisnis pertama kamu apa? Saya mau bisnis nih… mau banget, tapi ga tau harus mulai dari mana.” Dan ketika saya menjawab, “Dulu yang saya ingat pertama kali jualan ikan hias di SD. Tapi kalau pas di kampus, pertama kali mah jualan donat,” maka pasti sebagian besar tidak percaya! Mereka beranggapan, bisnis itu harus dimulai dari sesuatu yang besar, mungkin mereka tidak melihat bahwa Bob Sadino pun misalnya, memulai dari sesuatu yang kecil. Tidak ada sesuatu yang instant dalam segalah hal! Terlebih lagi dalam berbisnis.

Nah, di posting-an kali ini., saya akan coba membahas dua pertanyaan tadi menurut versi saya. Pertama, tidak semua orang harus jadi wirausahawan! Tidak mungkin donk, kalau tidak ada yang menjadi pegwai di dunia ini, ya kan? Jadi, carilah profesi yang membuat diri Anda enjoy. Belum tentu wirausahawan lebih bagus dari pada profesi pegawai, demikian pula sebaliknya! Jangan pernah terpengaruh dengan teori yang menyatakan dengan bisnis, kita bisa menjadi lebih kaya dari pegawai, bisa lebih santai, bisa lebih merdeka dan lainnya! Karena dalam bisnis juga butuh kerja keras! Demikian pula jangan mudah percaya dengna pernyataan profesi pegawai itu memberikan jaminan kepastian, dan sebagainya!

Kesampingkan itu semua, dan ketika anda mengambil keputusan semata-mata jadikan panggilan hidup anda sebagai pertimbangan. Panggilan hidup? Ya, saya menganggapnya sebagai panggilan hidup! Saya kenal dengan seorang dosen yang cukup puas dengan gaji dua juta rupiahnya karena memang mengajarlah panggilan hidupnya. Saya juga mengenal seorang lulusan S-2 yang memilih berbisnis bakso, dan dia bahagia dengan pilihannya. Jadi, pertama sekali, kalau anda memang merasa bahagia seandainya anda terjun ke dunia bisnis dan memutuskan untuk tidak akan melamar kerja atau akan meningalkan pekerjaan Anda sekarang, maka lakukanlah. Tapi kalau memang Anda merasa itu bukan panggilan hidup Anda, jangan pernah terbujuk dengan rayuan segala macam seminar bisnis yang menjanjikan kebebasan finansial, atau janji-janji lainnya! Jangan pernah mencoba memulai berbisnis hanya karena lagi nge-trend, ikut-ikutan teman dan alasan klise lainnya. Sederhana, pilih profesi yang membuat Anda bahagia.

Kedua, there are no shortcut to success! Benar, tidak ada jalan pintas untuk sukses di bidang apa pun! Jadi, anda boleh saja berpikiran besar dan jauh ke depan, tetapi bertindaklah dari yang kecil dahulu dan dari sekarang juga. Bob Sadino mulai bisnis dengna berjualan telur ayam kampung. Tawakkal Farm yang memiliki 1.200 domba pun hanya dimulai dari 6 ekor saja! Jadi jangan khawatir, mulai saja dari yang kecil tapi serius dan berikan yang terbaik. Untuk masalah ‘mau bisnis apa?’, itu gampang sekali! Mulai saja dari yang anda sukai, jangan pernah mencoba berbisnis sesuatu yang tidak anda sukai, tidak anda pahami! Jangan pernah berbisnis sesuatu karena lagi nge-trend! Ingat ketika bisnis laundy mulai berjamur, tiba-tiba banyak orang-orang yang ‘memaksakan’ dirinya terjun di bisnis itu. Dan akhirnya sekarang, hanya sebagian yang survive.

Saya pernah membaca dalam sebuah buku –yang saya lupa jduulnya dan pengarangnya siapa- dituiskan ‘seriuslah dan tekunilah melakukan hal yang anda sukai, dan biarkan hal itu kemudian membiayai hidup anda’. Banyak sekali contohnya mereka yang hidup dari hobi-hobi mereka. Bisa anda bayangkan, asyik sekali bukan menjadikan hobi anda sebagai mata pencaharian anda? Contohnya sudah banyak, ada mereka yang hobi mengoleksi buku kemudian hidup dari buku-bukunya, blogger yang kemudian bisa hidup dari hobi nge-blognya, dan lain sebagainya. Jadi, yang kedua juga sederhana, jika anda sudah yakin akan menadikan wirausahawan sebagai profesi anda, maka lakukanlah hal-hal yang anda senangi, kesampingkan semua hitung-hitungan tentang untung rugi, lakukan saja, tekuni dan seriusi, dan kemudian izinkanlah hal yang anda senangi itu membiayai hidup anda!

Sip. Mungkin demikian jawaban versi Shiddieq tentang dua pertanyaan tadi. Semoga bermanfaat, dan ditunggu masukannya :).

NB : Hidup ini singkat, jadi jangan terlalu dibuat rumit :mrgreen:

sumber gambar disini.

JK Usul Ijazah Jadi Anggunan Kredit

Mantan calon presiden dengan nomor urut 3 pada pemilu yang baru saja berlangsung, Jusuf Kalla (JK), menindaklanjuti janji yang pernah diutarakannya di kampanye presiden yang lalu. Walaupun beliau tidak menjadi presiden terpilih untuk periode 2009-2014, tetapi dengan kapasitasnya sebagai wakil presiden sampai dengan Oktober 2009 ini, beliau menyampaikan usulan agar para mahasiswa yang baru lulus bisa menggunakan ijazah mereka sebagai agunan untuk memperoleh modal usaha. Lebih lanjut lagi, JK meminta HIPMI untuk menindaklanjuti usulannya tersebut.

Hal ini disampaikan Ketua Umum HIPMI, Erwin Aksa, setelah menemui JK di istana wapres. Nah, sebagai mahasiswa yang juga berwirausaha saya merasa ini usulan yang sangat baik sekali. Karena jumlah entrepreneur di Indonesia masih sedikit sekali dibandingkan jumlah penduduknya. Selain itu, mahasiswa juga banyak memiliki ide kreatif untuk berwirausaha namun pada akhirnya mentok karena tidak ada modal.

Yang perlu digarisbawahi, kalau seorang mahasiswa lulus dan menjadi pegawai, dia hanya bisa mengurangi satu angka pengangguran dan diwaktu yang sama dia juga mengurangi satu peluang lowongan kerja! Sementara ketika mahasiswa tadi memilih untuk menjadi wirausahawan, dia mengurangi satu angka pengangguran, dan membiarkan sebuah peluang lowongan kerja! Bahkan, dia juga mengurangi angka pengangguran lebih dari satu jika dia merekrut beberapa pegawai untuk membantu mengelola usahanya nanti.

Disisi lain, selain memotivasi mahasiswa untuk menjadi wirausahawan, program ini juga bisa memotivasi mahasiswa yang belum lulus untuk segera lulus! Karena agunan bisa diajukan dengan menunjukkan ijazah, berarti si mahasiswa ini jelas harus lulus dulu. Yah, contoh mahasiswanya kayak saya ini lah :D.

Jadi, sebagai seorang mahasiswa yang hobi berwirausaha, saya mendukung penuh usulan JK ini, dan semoga bakal cepat ditindaklanjuti oleh HIPMI. Oiya, usul satu lagi nih buat Pak JK, selain ijazah bisa dijadikan agunan kredit, bagaimana kalau surat nikah juga bisa dijadikan agunan kredit Pak? Supaya memotivasi supaya cepat nikah? Kan lebih cepat lebih baek 😀

Sumber