Ini Bukan Tentang Kaya Atau Miskin

Kita manusia, sering sekali menunda-nunda. Sadar atau tidak sadar, sedekah juga termasuk hal yang sering kita tunda! Dengan berbagai alasan, misalnya karena kebutuhan kita sendiri belum terpenuhi, belum ada penghasilan tetap, atau karena merasa belum mampu. Ada juga alasan-alasan penundaan lain yang lebih halus.

Sebenarnya, kalau kita mau memperhatikan masyarakat di sekitar kita, jelas mudah disimpulkan bahwa sedekah itu bukanlah masalah kaya atau miskin! Lihat saja berapa banyak orang kaya yang tidak peduli dengan tetangganya. Lihat saja berapa banyak mereka yang hidup enak untuk dirinya sendiri, dan lupa dengan saudaranya. Lihat saja mereka yang terlena dengan dunia sampai-sampai lupa bersedekah! Demikian pula sebaliknya. Tidak jarang kita temui mereka yang untuk kebutuhan sehari-hari saja masih susah tetapi rutin memberikan sedekah walaupun bagi kita terkesan sedikit.

Jadi kawan, sedekah ini bukanlah tentang kaya atau miskin. Tetapi sedekah ini tentang KARAKTER, yang terbentuk dari KEBIASAAN. Semakin tinggi penghasilan Anda, semakin tinggi pula kebutuhan Anda, gaya hidup Anda! Kebutuhan manusia, itu kalau tidak dituruti tidak akan ada habisnya! Sekaya apa pun Anda, bakal ada saja keinginan yang belum terpenuhi. Karenanya ingatlah, sedekah itu KARAKTER, yang terbentuk dari KEBIASAAN. Nah, sedari Anda masih miskin seperti searang maka BIASAKANLAH bersedekah, biasakanlah memberi!

Maka insyaALLAH, seiring naiknya penghasilan Anda, naik pula besar sedekah Anda, dan itu semua terasa mudah bahkan tidak berat sama sekali, karena Anda sudah terbiasa! Sekali lagi, sedekah itu karakter, kebiasaan, kenikmatan! Sedekah itu bukan akibat, yang disebabkan kita kaya, punya kelebihan dan lainnya. Tetapi rahasia sebenarnya, justru sedekah itu adalah sebab, yang bisa mengakibatkan kita kaya, memiliki banyak kelebihan, dan lainnya!

“Dan jika Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” [42.27].

Dari firman ALLAH di atas, jelas tersirat bahwa rezeki itu ukurannya sudah ditentukan oleh ALLAH karena DIA tahu keadaan hambanya! Pertanyaannya, apakah keadaan kita sekarang sudah pantas untuk mendapatkan ukuran rezeki yang SUPER BESAR? Kalau merasa belum, maka bersedekahlah, tingkatkanlah kapasitas kita, buatlah diri kita pantas! Karena mungkin kita belum juga mendapatkan rezeki yang melimpah karena kita memang belum berhak untuk kaya. Mungkin kita belum siap menjadi kaya!?

Jadi.. mari kita bersedekah dengan rutin, bukan karena kita KAYA, tetapi justru agar kita menjadi KAYA 🙂

Iklan

Posted on 19 Oktober, 2010, in inspirasi, islam and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. belum ada gerakan bersedekah sepertinya, dan itu harus ada gerakan dari setiap jiwa manusia yg kaya dan mau menjadi kaya akan hati 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: