BAIK lagi TEPAT

Sudah lama saya memiliki sebuah pertanyaan, dan sudah lama juga saya mendapatkan jawabannya — jawaban yang membuat saya tidak bertanya-tanya lagi. Tidak pernah ada keinginan untuk menuliskan apa yang saya pikirkan tersebut. Hingga hari ini, ternyata saya menemukan ada orang yang memiliki pertanyaan yang tidak jauh berbeda. Nah lo, jangan-jangan masih banyak mereka-mereka yang membingungkan hal yang sama! Jadi, coba saya tuliskan saja hasil pemikiran saya tadi di posting-an kali ini. Siapa tau bermanfaat :mrgreen:

Islam, di satu sisi mengajarkan untuk memberi dan menolong sesama. Rasulullah menghimbau dan menganjurkan kepada kita agar jangan sampai tidak memberikan sesuatu kepada orang yang meminta-minta meski itu hanya secuil gerabah yang terbakar. Artinya, sesedikit apapun, meski hanya seratus-dua ratus perak umpamanya, berikanlah pada pengemis atau peminta-minta yang datang kepada kita. Bukankah Rasulullah sendiri adalah pribadi yang tidak pernah menolak membantu ketika ada orang yang meminta pertolongan kepadanya? Bahkan pernah beliau harus berhutang untuk sekadar membantu mereka.

Tetapi di sisi lain,  Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Hadits lain, Rasulullah SAW tidak menghendaki –atau mungkin malah lebih tepat melarang– umatnya untuk menjadi pengemis alias peminta-minta. Beliau juga mengatakan bahwa ada dosa yang tidak bisa dihapus kecuali dengan banjirnya keringat kita karena lelah bekerja. Tentu mengemis bukan termasuk ‘bekerja’ sebagaimana yang dimaksud oleh hadits ini.

Nah, kok terkesan bertentangan? Mana yang benar? Sebenarnya keduanya benar! di SATU sisi umat islam diajarkan untuk memberi/menolong/bersedekah. Dan di sisi yang KEDUA umat islam diberikan penjelasan bahwa mengemis itu adalah hal yang hina! Ya, meski terkesan bertentangan tetapi keduanya benar!

Yang SATU merupakan pegangan hidup yang diperuntukkan bagi mereka yang mampu agar tidak lupa untuk menolong sesama. Dan yang KEDUA merupakan pegangan hidup bagi mereka yang masih susah hidupnya, agar sesusah apa pun, jangan pernah sekali-kali meminta. Ya, keduanya benar, tetapi mari kita mencari pegangan yang BENAR lagi TEPAT!

Tidak habis-habisnya orang miskin di negara kita, sebenarnya karena sebagian besar masyarakatnya berpegang pada pegangan yang BENAR, tetapi belum TEPAT! Mereka yang miskin mengambil pegangan SATU. Dan yang kaya mengambil pegangan DUA. Nah? Apa jadinya kalau bertemu? Pasti berantakan! Si miskin berkata dengan yakinnya,”Oi, katanya kalau ada orang meminta-minta, dan kita mampu memberi makan berikanlah! Ni, gw miskin nih… mana sedekah lu? Siniin donk!” Sementara si kaya dengan tidak kalah yakin berkata.”Eh lu, bukannya gw ga mau ngasih nih… Tapi katanya, meminta-minta itu hina, ga boleh, ga dianjurkan…!” Jika ini terjadi, maka sampai kiamat si miskin tetap saja mengemis. Dan sampai kiamat pula si kaya ogah memberikan sebagian rezekinya. Maka sampai kiamat pula yang kaya makin kaya, dan yang miskin makin miskin.

Sebenarnya, kalau sebagian besar penduduk Indonesia memegang pegangan yang benar, mereka yang mampu memegang pegangan SATU, mereka yang kurang mampu memegang pegangan DUA. Sehingga sekaya apa pun seseorang, dia tidak pernah tidak membantu mereka yang meminta kepadanya. Disisi lain, semiskin apa pun seseorang, dia akan terus berusaha untuk bekerja dan tidak meminta!

Yah, kesimpulannya, terkadang BENAR saja tidak cukup, tapi harus dilengkapi dengan TEPAT. Kira-kira, pegangan SATU atau DUA kah yang Anda ambil untuk kondisi saat ini? Mari kita membantu siapa saja dengan apa saja yang kita bisa, dengan cara t yang tepat, dan alangkah baiknya kepada orang yang tepat pula (menjemput bola), bukan menunggu orang datang minta-minta. Tetapi kita cari siapa yang butuh di bantu. Dan seandainya ada juga mereka yang datang, kita bisa membantunya, maka marilah dibantu dengan cara yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan orang tersebut!

Iklan

Posted on 19 Oktober, 2010, in islam, Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. good….benar dan tepat = bijaksana?

  2. wah, like this.. sedikit tercerahkan.suka dilema soalnya kl ktemu pengemis

  3. Bukan hanya teksnya. Tetapi konteksnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: