Rahasia Mengakses Energi Terbesarmu!

Dari apa yang si saya dengar, lihat dan rasakan, si saya mengambil kesimpulan bahwa seorang anak manusia bisa mengerahkan energi terbesarnya ketika sedang dalam keadaan terpaksa! Ya, keadaan terpaksa. Misalnya, sebuah contoh yang sudah sering dikisahkan, seseorang bisa mengeluarkan kemampuan lari tercepatnya ketika dikejar oleh seekor anjing liar! Bahkan, sebuah parit yang tidak bisa dilompati dalam situasi biasa, bisa dengan mudah dilompatinya dalam kondisi terdesak! Terkadang, dalam berusaha atau melakukan sesuatu, kita tidak selalu mengeluarkan energi terbesar kita. Entah karena kita yang terlalu pesimis terhadap diri sendiri, atau alasan laiinya. Energi total yang kita miliki, terkadang tidak kita sadari, dan hanya bisa kita akses dalam kondisi terdesak saja.

Itu kesimpulan yang pertama. Tetapi kemudian, ketika si saya mendengar, melihat, dan merasakan lebih banyak hal dalam hidup ini. Maka saya menemukan kesimpulan kedua. Seseorang bisa mengeluarkan energi terbesarnya ketika melakukan sesuatu demi/untuk orang yang dicintainya. Lebih dahsyat lagi, tidak hanya mengeluarkan energi terbesasrnya, bahkan demi/untuk orang yang dicintainya seorang anak manusia sanggup menggunakan energinya untuk melakukan hal yang tidak disukainya! Si saya punya seorang teman, yang tiba-tiba bersungguh-sungguh mempelajari mata pelajaran yang sangat dibencinya hanya untuk menari perhatian dari orang yg disukainya. Atau contoh lain, seorang anak yang rela mengorbankan mimpinya, demi mimpi orang tuanya yang dititipkan kepadanya. Dan sebuah contoh terakhir -yang tidak bisa terbantahkan- seorang ibu rela melakukan apa saja demi/untuk kebahagiaan anak yang dicintainya. Ya, demi/untuk orang yang dicintai, kita bisa menemukan energi terbesar kita, bahkan menggunakannya untuk hal-hal yang sebenarnya tidak kita sukai!

Itu kesimpulan pertama dan kedua! Dan ketika si saya terus berjalan, dia menemukan kesimpulan ketiga atau yang juga dinamakan olehnya kesimpulan terkahir. Seorang anak manusia, bisa mengakses energi terbesarnya, menggunakannya untuk hal-hal yang bagi orang lain kelihatan tidak menyenangkan tetapi ia terlihat sangat menikmatinya! Seseorang bisa menggunakan energi terbesarnya untuk hal-hal yang tidak masuk logika! Kapan? Ketika dia melakukan sesuatu karena cintanya kepada Allah. Dikisahkan Bilal disiksa, tetapi bibirnya terus berucap, ‘ahad… ahad… ahad…’. Digiling dengan batu besar di padang pasir di bawah matahari dengan bertelanjang dada, tetapi tidak sekali pun terbersit pikiran untuk menukar aqidahnya. Atau kisah Siti Masitah, yang tabah melihat anaknya direbus hidup-hidup, karena cintanya kepada Sang Pencipta. Atau ketika Abu Bakar Shiddieq menjawab, ‘seluruhnya!’ Ketika ditanyakan jumlah harta yang akan diinfaqkan untuk perjuangan menegakkan ajaran Islam. Atau banyak contoh lainnya yang bisa kita lihat dari beberapa orang yang mungkin tinggal disekitar kita. Mereka semangat, mereka bahagia, dan mereka menikmati melakukan apa yang kelihatannya begitu berat, hanya karena rasa cintanya kepada Allah.

Bahkan melakukan hal-hal yang terkadang diluar logika! Ya, ketika kita berbicara tentang cinta kepada Allah, tentang iman maka itu memang tidak bisa dilogikakan. Karena iman kepada Allah itu sendiri, adalah meyakini sesuatu yang tidak bisa kita lihat secara langsung, sesuatu yang tidak bisa kita logikakan! Tapi tolonglah percaya, ketika kita bisa mengakses energi terbesar kita karena alasan yang ketiga(terakhir) ini, semuanya akan terasa indah dan mudah.

Jauh berbeda ketika kita mengaksesnya karena alasan pertama atau kedua. Mungkin setelah mengakses energi terbesar kita, kita akan capai atau lelah. Mungkin, ketika kita menggunakan energi terbesar kita, kita akan kesal atau tidak menikmatinya atau tidak ikhlas melakukannya. Tetapi ketika kita melakukannya karena alasan yang ketiga, maka sekali lagi saya tegaskan, semuanya akan terasa indah dan mudah! Alasannya? Sederhana, karena alasan pertama dan kedua tidak kekal, tidak abadi, tidak seperti alasan yang terkahir, yaitu karena Allah.

Karena Allah-lah, Kota Madinah pernah dibanjiri dengan khamar. Ketika larangan minum khamar diturunkan, para sahabat Rasulullah langsung membuang dan menumpahkan minuman keras mereka di jalan-jalan. Dan Banjirlah Kota Madinah. Padahal pada waktu itu, meminum minuman keras termasuk salah satu hobi mereka.

Karena Allah-lah, para shahabiyat langsung menarik dan menyambar hordeng, taplak-taplak meja, atau kain apa saja yang terlihat. Mereka tidak memikirkan bahan yang bagus, mereka tidak memikirkan model yang bagus. Tetapi ketika ayat tentang jilbab turun, hal yang pertama mereka pikirkan hanyalah bagaimana mereka melaksanakan perintah Allah dengan secepat mungkin!

Karena Allah-lah, seorang ayah rela mengayunkan mata pisah yang tajam di leher putranya. Putra yang telah bertahun-tahun dinanti kelahirannya. Dan ketika perintah itu datang kepadanya, tidak pernah ia bertanya mengapa dan kenapa. Ketika ia tahu itu perintah Allah, maka cukuplah semua alasan, dan dia ikhlas melakukannya. Demikian pula dengan putranya, tidak pernah ia bertanya mengapa dan kenapa. Ketika ia tahu itu perintah Allah, maka tegarlah dirinya lantang mengatakan ‘Lakukanlah wahai Ayahanda….’

Karenanya teman. Lakukanlah semuanya karena Allah semata! Bukan karena orang yang engkau cintai, bukan karena terpaksa. Maka semuanya akan indah dan mudah, seindah dan semudah yang tak pernah kau bayangkan.

Iklan

Posted on 26 Agustus, 2010, in ALLAH, inspirasi, islam and tagged . Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. hadist nya Bukhari yang pertama dieq..

  2. masa’ ga tau? hadist paling gampang 😀
    googling aja.. keyword : hadist pertama bukhari.
    kpanjangan klo sya tulis disini..

  3. wow, makin mantap aja nih postingan lu diq…
    🙂

  4. wah syukron euy!

    mulai menjadikan pggunaan energi terbesar kar’na allah ya…
    Hmmm…. kadang out of logic… I see, I see…. Syukron jazilan euy! (^ ^’

  5. Subhanalloh…a rtikel yg sangat menginspirasi islami…. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: