Bersungguh-sungguh Bukanlah Tidak Boleh Bercanda

Nah, di posting-an kali ini. Kita akan menggosipkan seseorang, haha. Dalam arti yang positif tentunya. Tapi sebelum itu, menurut teman-teman semua. Apa artinya ‘serius’? Apa artinya serius dalam hidup, serius mengejar mimpi. Atau lebih enaknya serius kita ganti dengan sungguh-sungguh. Nah, sungguh-sungguh bisa diartikan dengan tidak main-main atau berusaha sekuat-kuatnya.

Tetapi, ternyata serius atau sungguh-sungguh atau tidak main-main atau berusaha sekuat-kuatnya tidak identik dengan tingkah laku! Selama ini saya beranggapan mereka yang bersungguh-sungguh, antara lain bisa dilihat dari tingkahlakunya. Misalnya diam, tidak banyak bicara yang tidak perlu, rapi, ga konyol, ga pelor (nempel langsung molor) dan lainnya. Semua asumsi saya tadi, sirna di 20 Desember kemarin. Salah satu teman baik saya, yang selalu menjadi orang paling konyol di kelas, di kelompok praktikum, di kepanitiaan-kepanitiaan, di organisasi mahasiswa, bahkan di kelompok MPAI (mentoring pendidikan agama islam) sekalipun, menikah di tanggal tersebut.

Saya susah menjelaskan dengan tulisan bagaimana konyolnya bocah yang satu ini. Tetapi yang pasti, kalau anda tahu bagaimana konyolnya dia, anda akan susah untuk mempercayai bahwa dia menikah, di usia yang begitu muda. Bahkan ketika saya menjadi fotografer di akad nikahnya, salah seorang fotografer lain yang juga teman sekampus, sempat bertanya di sela-sela mendokumentasikan akad niah, “Dieq, ini beneran ga sih?” Well, setidak-tidaknya bukan saya sendiri yang merasa seperti itu.

Bahkan ketika pulang ke Bandung dari Bintaro (tkp akad nikahnya), teman yang semobil dengan saya bertanya, “Itu tadi bukan mimpi kan ya?” Haha, bahkan ketika sudah beberapa jam dari akad nikah pun, dia masih sulit mempercayainya. Tetapi, itu semua kenyataan dan teman baik saya tadi, membuktikan semua asumsi saya selama ini salah! Serius atau pun kesungguhan itu tidak bisa dinilai semata-mata dari tingkah laku. Kalau kita hendak bersungguh-sungguh, bukan berarti kita tidak boleh menjadi konyol!

Dan kalau saya ingat-ingat lagi. Mungkin dia memang konyol, kocak, suka ngelawak, tidur sembarangan, tetapi konkrit dan bersungguh-sungguh dengan semua impiannya! Aktif di kampus, lulus tepat waktu, karir bagus, bisnisnya lancar, bahkan cepat menikah! Yah, selamat menempuh hidup baru buat Erfan & Desi, semoga Allah memberkahi kalian berdua dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan… aamiin..!

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ

nb : liat nih konyol beut, di foto malah merem ^^v

Iklan

Posted on 24 Desember, 2009, in inspirasi and tagged , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. like this post.. kyknya sebagian bsar kwan2 qta jg msih pd amaze ngliat erfan d pelaminan n jd pemecah telor pernikahan if2805.. sungguh di luar dugaan.. but anw, selamat buat erfan n mb desi.. semoga berkah n langgeng selalu.. amiinn… ^_^

  2. Don’t judge the book by its cover.
    Erfan.. Erfan.. Hebat, euy. Konyol-konyol-menghanyutkan! (bukan diam-diam-menghanyutkan) 😀
    Semoga barakah.. 🙂

  3. Eh, kalau dilihat dari judulnya. Jika “bersungguh-sungguh = tidak boleh becanda”, maka sepertinya saya mah akan sulit dalam kategori “bersungguh-sungguh” ya. Kepalang lebay, euy! (belakangan ini) 😀

    Kalau kata Rasulullah SAW kepada Hanzalah yang takut tergolong munafik mah, “Masing-masing itu ada saatnya..”.

    • hm, pan ditulis : bersungguh2 bukan lah ga boleh bercanda. jadi logikanya ‘bersungguh2 != tidak bercanda’ ya ga?

      trus hubungannya dng kisah Rasulullah dng Hanzalah gmn?

      • Kalimat “Bersungguh-sungguh Bukanlah Tidak Boleh Bercanda”, menandakan bahwa pemahaman sebelumnya, “bersungguh2 = tidak boleh bercanda”. CMIIW. Lagipula pan aye pake kata “jika” diawal kalimat tersebut. 😀

        Tentang kisah Rasulullah SAW dan Hanzalah :

        Daripada Abu Rib’ie Hanzalah bin Rib’ie Al-Usaidi (beliau salah seorang setiausaha Baginda SAW) berkata: “Saya berjumpa dengan Abu Bakar kemudian beliau bertanya: Bagaimana keadaanmu wahai Hanzalah? Saya menjawab: Hanzalah sudah munafik! Abu Bakar berseru: Subhanallah, apa yang kamu katakan tadi? Saya menjelaskannya: Jika kami bersama Nabi SAW, kami memikirkan syurga dan neraka seakan-akan kami melihatnya, tetapi apabila kami pulang dan bergaul dengan isteri dan anak serta mengurus pelbagai urusan maka kami sering lupa. Abu Bakar berkata: Demi Allah, kami juga begitu. Kemudian saya dan Abu Bakar pergi menghadap Rasulullah SAW lalu saya berkata: Wahai Rasulullah sesungguhnya Hanzalah sudah munafik. Rasulullah SAW bersabda: Mengapa begitu? Saya berkata: Wahai Rasulullah apabila kami berada dihadapanmu kemudian engkau menceritakan mengenai neraka dan syurga, kami seolah-olah melihatnya dengan mata kami, namun setelah kami keluar dan bergaul dengan isteri dan anak serta mengurus pelbagai urusan maka kami sering lupa. Rasulullah SAW bersabda: Demi zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, apabila kamu tetap dalam keadaanmu seperti ketika berada di depanku dan sentiasa mengingatnya nescaya malaikat akan bersalaman denganmu di tempat tidurmu dan di jalan. Tetapi wahai Hanzalah, sesaat dan sesaat. Baginda mengulanginya tiga kali.” (Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

        diambil dari : http://al-fikrah.net/News/print/sid=506.html

        Sesaat dan sesaat..
        Ada waktunya untuk bercanda ada waktunya untuk serius.

      • waw.. nuhun pencerahannya..

  4. hmm.. ternyata orang yg konyol malah duluan ‘serius’ dalam menjalani hubungan 🙂
    semoga cepat dapat momongan
    hehe

  5. seseorang yang suka/tidak suka bercanda bukan menjadi parameter keseriusan seseorang sih kalo menurut vanie..

    soalnya vanie nemuin beberapa kejadian, ada orang2 yang suka bercanda namun dengan maksud untuk meringankan beban diri sendiri dan orang sekitarnya biar gak terlalu tegang memikirkan masalah yang sedang dihadapi, jadi kalo otaknya dah ga kaku, jadi lebih mudan berfikiran jernih

    ada juga yang orang yang pendiem, gak banyak omong, tapi dia begitu karena lebih ke cuek

    mungkin becanda yang membuat orang menjadi tidak serius itu saat becanda tidak yang tau waktu tidak tau tempat (jangan2 vanie nih yang kek gini, astaghfirullah…)

    nah jadi intinya, sepatu banget sama mba pucha “sesaat-sesaat”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: