Repost : Review Hafalan Salat Delisa

Dua minggu yang lalu, saya menyempatkan diri ke Jakarta untuk mengunjungi Indonesia Library ad Publisher Expo 2009 di Istora Senayan. Tidak berniat membeli, hanya melihat-lihat saja. Tetapi akhirnya delapan ratus ribu uang di kantong saya habis. Yah, bukannya saya yang tidak bisa menahan keinginan untuk membeli tetapi buku-buku yang ada sangat menggoda. Tiga diantara buku yang saya beli adalah karangan Tere Liye. Tidak ada alasan khusus, murni hanya karena saya pernah membaca salah satu buku beliau maka saya memutuskan membeli seluruh buku karangannya yang diterbitkan oleh Republika yang belum saya baca.

Hari ini, saya baru menyelesaikan salah satunya, yaitu buku yang berjudul Moga Bunda Disayang Allah. Dan saya berniat menuliskan review-nya di posting-an kali ini. Namun sedari tadi saya mencoba, belum saya temukan kata-kata yang cocok untuk menggambarkan keharuan dan keindahan buku ini. Akhirnya saya menyerah. Mungkin di postingan laninnya nanti. Tetapi, kalau Anda percaya saya, maka saya katakan bahwa buku ini termasuk ke kategori buku yang pantas dibaca dan pantas dibeli!

Yah, saya akan mencoba menulis review-nya nanti. Untuk kali ini, review dari saya tentang sebuah buku karangan Tere Liye yang menggerakkan saya untuk membaca buku karangan Tere Liye lainnya akan saya copy. Review ini saya tulis di Multiply saya, dulu sekali. Namun karena kosa kata yang saya punya tidak bisa  menggambarkan kekuatan buku ini maka reviewnya menjadi sangat singkat.

Hafalan Salat Delisa

Posted by shiddieq on Apr 29, ’08 10:58 PM for everyone

Category: Books
Genre: Other
Author: Tere Liye
Saya sangat senang membaca, karenanya saya bingung untuk memilih buku apa yang akan saya review pertama kali. Buku yang paling menggerakkankah? Yang paling sering diulang-ulang membacanyakah? Akhirnya, saya menemukan sebuah buku. Buku yang membuat saya paling banyak menangis ketika membaca buku.Sebuah buku yang ditulis dengan bahasa yang santai, mudah diimajinasikan, tetapi sangat menyentuh! Kepolosan Delisa dan keindahan pergaulan dalam keluarganya, membuat kita sedikit tertawa mengenang masa kecil dulu, namun, karena kita sudah bisa membayangkan akhir dari buku ini, maka mata kita akan menjadi basah. Dan akhirnya, ketika saya meneruskan membaca, saya mulai tidak bisa berhenti menangis dari halaman ke 67 sampai tamat.

Buku ini mengajarkan keihklasan, kesabaran, rasa cinta kepada orang tua, menyadarkan apa yang sebenarnya dimiliki seorang anak manusia, mengingatkan kita akan Allah, dan banyak hal lain.

Bagian yang paling membekas bagi saya adalah ketika Delisa menyetorkan hafalan bacaan shalatnya! Benar-benar membekas… benar-benar…

Iklan

Posted on 2 November, 2009, in ulasan and tagged , , . Bookmark the permalink. 19 Komentar.

  1. udaaah baca… 😛

    yang buku Moga Bunda Disayang Allah, bagus ga diq?minjeeeem 😀

  2. Bagian yang paling membekas bagi saya adalah ketika Delisa menyetorkan hafalan bacaan shalatnya! Benar-benar membekas… benar-benar… –> Oke oke kak saya percaya kok 😆
    Yes, this book is very touching,,, i love it too and i cry too
    do you ever read “Bidadari2 Surga”, it’s very nice,, from the same author,, and once again “Rembulan Tenggelam di Wajahmu”
    Haha love Tere Liye
    But i ever read “Sang Penandai” –> i thought it was not good, i can get the essence.

    • wuih.. yg mau ikutan seachange, pakai bahasa inggris sekarang *wakakaka*
      ini sekarang lagi baca bidadari2 surga, stlh itu baru buka rembulan tenggelam di wajah mu.

      nah, kalau saya perhatikan, sang penandai beda genre. dan karena beda genre, penerbitnya juga beda. klu saya seneng buku2 dia yg diterbitkan oleh republika.

      btw, tere liye itu laki2. coba cari di FB darwis tere liye

  3. oh i mean, i can’t get the essence..
    sorry

  4. kaakkkk ajarin make twitter gimana c?
    kasih tutorialnya dong…
    itu emang gak da notifikasi ya?
    trus taunya ada orang ngebales kita gimana?
    trus RT tuh apa?
    trus fungsinya # ma @ apa?
    semuanya deh kak…..
    oke2 aku tungguin :p

  5. Dieq, bidadari2 surga jg bagus banget tuh,, dah baca gw..
    Rekomendasi lainnya apa nih? Rembulan tenggelam d wajahmu tere liye jg?

  6. hmm.. akhir2 ini kepikiran 2 buku Tere Liye yang saya punya, Hapalan Sholat Delisa dan Moga Bunda Disayang Allah…
    Gak tau pada kemana tu buku, … pengen dibaca lagi T_T… dipinjem ga dibalikin, atau ketinggalan di Bandung ??
    Mau beli lagi.. di dieu toko buku susah sangat..
    Kebetulan dirimu me-review-nya.
    Sepertinya harus segera turun gunung nih untuk hunting buku2 yang udah didaftar untuk dimiliki.

  7. bang,,dy nyari” yang ‘moga bunda disayang Allah’ g nemu” di sby,,dy pinjem dunk..pengen kali,,

    iya rekomendasi yang lain ‘rembulan tenggelam diwajahmu’ bagus bukunya,,dy punya sie,,kalo mw ntar pas ke jakarta dy titip ma popo,,,,tapi pinjem yng semoga bunda disayang Allah,,,,ok???

  8. baca reviewx d sini sj sdh buat sy berkaca-kaca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: