Apa yang Digendong Mbah Surip Kemana-mana?

Kaget dan tidak percaya, pasti itu yang kita rasakan ketika pertama kali mendengar berita tentang meninggalnya Mbah Surip. Hal yang sama juga saya rasakan, ketika pertama kali mengetahui via Facebook, dengan begitu yakin, saya percaya bahwa itu pasti cuma hoax, tetapi kok makin lama, makin banyak teman yang memasang status senada… Wah, ternyata itu kenyataan, bukan hoax!

Meninggalnya Mbah Surip ini, menunjukkan bahwa yang namanya maut itu bisa datang kapan saja dan dimana saja. Tanpa memandang siapa kapan dan dimana! Seniman yang baru terkenal satu atau dua bulan kebelakang, ketika sedang dimasa tenarnya, RBT-nya nangkring di peringkat 1, baru saja dikontrak oleh XL untuk promo ramadhan dan lebaran, setiap hari selalu hadir di televisi di berbagai program acara. Tiba-tiba meninggal begitu saja!

Takdir… ya, memang takdir. Coba bayangkan jika takdir itu datangnya dua bulan yang lalu, mungkin beritanya tidak akan seheboh sekarang karena beliau belum terkenal saat itu. Tetapi, memang yang namanya takdir benar-benar bisa datang kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja! Yah, setidak-tidaknya, kita yang masih memiliki sisa umur, bisa mengambil pelajaran dari cerita ini. Pelajaran yang pertama mungkin, bahwa maut itu bisa datang kapan saja. Karena itu, ketiak ingin melakukan sesuat, kita harus berhati-hati, mungkin itu bisa menjadi aktivitas terakhir kita di dunia ini. Atau ketika ingin mengganti status facebook kita, kita juga harus hati-hati, mungkin itu bakal jadi status kita yang terakhir (sebagai infornasi, bintang iklan yang baru-baru ini tewas karena kebakaran dalam, beberapa saat sebelumnya dia sedang mengkhawatirkan masalah jerawatnya di status facebooknya! Atau kalau kita ingin marah atau mengucapkan kata-kata kasar kepada seseorang, kita harus hati-hati, bisa saja itu kata-kata terakhir yang akan kita ucapkan kepadanya! Jadi benar sekali jika ada orang yang berkata, beribadahlah kamu, seakan-akan kamu akan mati esok hari! Seandainya kita selalu mengingat kematian, maka pasti kita akan lebih berhati-hati melangkah di dunia ini.

Kedua, apa yang digendong Mbah Surip kemana-mana? Di surat kabar Tempo hari ini, saya sekilas membaca tentang mereka yang berusaha menafsirkan lagu Mbah Surip. Tentang apa atau siapa yang digendong Mbah Surip kemana-mana. Ada yang mengatakan wanita, dosa, dan lainnya. Tetapi coba kita lihat sekarang, apa yang digendong Mbah Surip selamanya? Harta yang baru didapatnya dalam jumlah milyaran, tidak bisa digendongnya lagi kemana-mana. Gitar yagn selalu bersamanya, tidak bisa lagi digendong kemana-mana! Cuma amal perbuatannya saja, yang bisa di’gendong’ oleh Mbah Surip kemana-mana dan selamanya… Yah, semoga amal ibadah Mbah Surip diterima oleh Allah swt., dan untuk kita yang masih hidup, semoga bisa mengambil hikmah dan pelajaran 🙂

Iklan

Posted on 5 Agustus, 2009, in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: